Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) ditetapkan pada tahun 2000 oleh PBB sebagai kerangka kerja untuk mengatasi tantangan utama global seperti kemiskinan, kelaparan, dan penyakit. Selama dua dekade terakhir, kemajuan signifikan telah dicapai dalam mencapai tujuan-tujuan ini, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tahun 2015, PBB mengadopsi serangkaian tujuan baru yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk melanjutkan kemajuan yang dicapai oleh MDGs dan mengatasi tantangan baru yang dihadapi dunia.
MDG 99, juga dikenal sebagai “Tujuan Kesehatan dan Pendidikan Global,” adalah salah satu tujuan paling penting dalam SDGs. Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas bagi semua orang, tanpa memandang status sosial ekonomi atau lokasi mereka. Dengan berfokus pada dua bidang utama ini, MDG 99 mempunyai potensi untuk mengubah masa depan kesehatan dan pendidikan global serta menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan untuk semua.
Salah satu cara utama MDG 99 mengubah masa depan kesehatan global adalah dengan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi kelompok marginal. Di banyak belahan dunia, masyarakat kekurangan akses terhadap layanan kesehatan dasar, sehingga menyebabkan tingginya angka penyakit yang dapat dicegah dan kematian dini. Dengan berinvestasi pada infrastruktur layanan kesehatan dan melatih petugas layanan kesehatan, MDG 99 berupaya untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan penting, terlepas dari pendapatan atau lokasi mereka.
Selain itu, MDG 99 berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mempromosikan praktik berbasis bukti dan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan. Dengan berfokus pada pencegahan dan intervensi dini, MDG 99 bertujuan untuk mengurangi beban penyakit dan meningkatkan hasil kesehatan bagi semua orang. Hal ini tidak hanya akan menyelamatkan nyawa tetapi juga mengurangi biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Di bidang pendidikan, MDG 99 berupaya untuk memastikan bahwa semua anak mempunyai akses terhadap pendidikan berkualitas, apa pun latar belakang mereka. Dengan berinvestasi pada pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan infrastruktur sekolah, MDG 99 bertujuan untuk membekali semua anak dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka perlukan agar berhasil dalam hidup. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi anak-anak secara individu tetapi juga masyarakat secara keseluruhan, karena individu yang berpendidikan akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk memberikan kontribusi positif terhadap komunitas dan perekonomian mereka.
Selain itu, MDG 99 berupaya mengatasi kesenjangan gender dalam pendidikan dengan mendorong kesetaraan akses terhadap pendidikan bagi anak laki-laki dan perempuan. Dengan memastikan bahwa semua anak mempunyai akses terhadap pendidikan, tanpa memandang gender mereka, MDG 99 berupaya untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan serta memutus siklus kemiskinan dan kesenjangan. Hal ini tidak hanya akan menguntungkan anak perempuan dan perempuan tetapi juga masyarakat secara keseluruhan, karena perempuan yang berpendidikan lebih besar kemungkinannya untuk memiliki keluarga yang lebih sehat, pendapatan yang lebih tinggi, dan partisipasi politik yang lebih besar.
Kesimpulannya, MDG 99 memainkan peran penting dalam mengubah masa depan kesehatan dan pendidikan global. Dengan berfokus pada dua bidang utama ini, MDG 99 mempunyai potensi untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua orang. Dengan berinvestasi pada infrastruktur layanan kesehatan, mendorong praktik berbasis bukti, dan memastikan akses yang setara terhadap pendidikan, MDG 99 berupaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia. Saat kita berupaya mencapai MDG 99 dan SDG lainnya, kita harus terus memprioritaskan kesehatan dan pendidikan bagi seluruh masyarakat, karena keduanya merupakan landasan bagi masa depan yang lebih baik bagi semua.
